Badung (Bisnis Bali)
Pembangunan yang memanfaatkan SDA(sumber daya alam) menyebabkan makin meningkatnya dampak terhadap lingkungan hidup. Keadan ini mendorong makin diperlukannya upaya pengendalian dampak lingkungan hidup, sehingga resiko yang ditimbulkan dapat ditekan sekecil mungkin.
PT. Intaran Indonesia juga tak mau kalah. Dalam kesempatan itu PT. Intaran Indonesia meneyrahkan tanaman jenis Intaran kepada Kades Pecatu. Ranayana menjelaskan, pemerintah telah merencanakan program "Bangun Praja Lingkungan" dengan tujuan untuk mewujudkan pemerintah yang baik dibidang lingkungan hidup (Good Environmental Governance) atau Tata Praja Lingkungan. "Program ini merupakan program kemitraan antara pemerintah pusat dan kabupaten/kota. Intinya bagaimana kita menangani masalah limbah padat dan cair terutama di daerah perkotaan, "ujarnya.
Tema Hari Lingkungan Hidup tahun ini, menurut Ramayana, adalah "Beri Kesempatan Pada Bumi" (Gives Earth a change) yang mengandung arti mengajak kita semua untuk tidak seenaknya mengeksploitasi SDA tanpa memperhatikan kaidah lingkungan hidup.
Terkait dengan hal itu Bupati Badung AA Ngr. Oka Ratmadi.SH, meyerahkan piagam penghargaan kepada perusahaan yang berwawasan lingkungan, bertepatan dengan Peringatan Hari Lingkungan Hidup se-Dunia ke-30, bertepatan di lapangan Niti Praja Lumintang, Denpasar Rabu (12/6).

Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Badung, dr.Ranayana menyatakan, penghargaan ini diberikan karena perusahaan bersangkutan
mempunyai komitmen tinggi dalam melaksanakan pengelolaan pembangunan yang berwawasan lingkungan. Disebutkan, Perusahaan yang memperoleh penghagaan, yaitu; Hotel Alam Kulkul, Novotel Benoa Bali dan Bali Mandira Resort. Selain itu, diserahkan juga tanaman langka jenis Badung dari KPSA Badung kepada SD No.4 Canangsari Petang. SMP 1 Kuta, dan SMK Prasanti Nilayam. Sementara itu, Dinas Perhutanan dan Perkebunan Badung menyerahkan tanaman jenis albesia dan pungal buaya.